Langsung ke konten utama

Selain itu

Lagi-lagi.. 
Menghabiskan waktu menulis di hari sabtu. Mau gimana (dan ngapain) lagi?
Sholat Isya', Tarawih dan ngaji-nya sudah saya lakukan sejak tadi. Menonton televisi pun sekarang tidak menarik lagi.. 
Dan akhirnya, mau ngapain lagi kalo udah hari sabtu gini?
Sholat Witirnya, biasa saya lakukan nanti malam, selepas sholat Tahajud.. Kebiasaan yang belum lama saya lakukan. Kebiasaan yang saya dapatkan dari keluargamu, ketika tahun lalu saya menginap dirumahmu. Ayah dan Ibumu yang sangat baik itu mengajak saya untuk sholat berjamaah sebelum sahur.
Kebiasaan yang baru tapi cukup meninggalkan kesan yang dalam buat saya. Setidaknya, itulah kenangan yang bisa saya simpan tentang kamu. Tentang kehidupan kamu dan kehidupan saya. Dulu.
Sudah sudah sudaaahh..
Jangan galau lagi, lah :)

Akhirnya, mendarat juga disini. Lumayan sudah lama saya tidak menulis disini. Menuliskan apa saja, yang penting bisa mengurangi sedikit "beban" di pikiran dan di hati, hehe..
Sebenernya, saya ndak pengin membahas ini. Membahas apapun yang masih belum pasti terjadi. Tapi, yasudahlah. Daripada ndak ada yang dibahas.

Ini ndak ada hubungannya dengan kamu. Jadi kamu jangan ge-er dulu..
Ini tentang orang baru. Kurang lebih satu bulan ini saya mencoba mengenal dia dan mencari tau.
Saya memang lemah dengan tipe lelaki seperti ini. Badan tinggi tegap. Menggunakan jas hitam yang pas badan dan bercelana slim fit. Beralis tebal dan juga berkacamata. Entah itu kacamata baca atau hanya kacamata gaya. Yang pasti, dia berkacamata.
Ini salah saya. Murni salah saya sendiri. Karna mempunyai iman yang gampang lemah kalo sudah bertemu dengan makhluk laki-laki yang seperti ini.
Tapi, karna pada hari itu ada seorang perempuan yang berada disebelahnya. Cerita tentang dia berhenti begitu saja.

Besoknya. Lagi-lagi kami bertemu. Ternyata kami berada dalam suasana kerja yang sama. Dia masih dengan setelan yang (mungkin) sama dengan hari sebelumnya. Hanya saja, saya masih tidak tau namanya. Toh buat apa juga? Selain itu, karna dia juga bukan kamu. Jadi, untuk sementara dia bukan urusanku.

Komentar