Edit dikit :p
Ini sih cerita jaman-jaman saya masih naksir doi..
Dulu, awal mulanya nggak ada apa-apa. Aman-aman saja. Saya tau kalau waktu itu, si Ranger Merah ini lagi naksir sama teman kami yang lain. Cuman, teman kami ini, masih "trauma" sama cerita cinta dia ketika SMA (denger-denger sih gitu)
Berbagai usaha udah Ranger Merah lakukan. Udah beberapa kali nembak, tapi masih ditolak.
Nah, sampai pada akhirnya, pada saat praktikum, saya "ketiban" satu kelompok sama Ranger Merah ini. Witing tresno jalaran saka telo -____-
Nggg..
Dimulai dengan praktikum yang awalnya lancar-lancar saja, dengan asisten yang alhamdulillah baik-baik juga.
Sampai akhirnya kami kedapatan asisten yang waktu itu memang dikenal "pemuja kesempurnaan" (baca: Mas Rifqi *sorry, mas), dan juga sedikit serem.
Mase galak, bro..
Saya, Ranger Merah, dan teman saya satu lagi udah mulai tegang. Dari ambil data aja kami udah nggak pede. Mas Asistennya ngawasin sampe segitunya. Saking groginya, nge-input data dan ngitung di kalkulator aja bisa sampe "Syntag error". Asem! Kebayang lah, wajahnya Mas Asisten kaya' gimana (-___-).
Waktu maghrib tiba, kami belum kelar praktikum dan masih terjebak di lab MIPA.. Sebagai umat muslim yang baik, tentu kami memutuskan untuk sholat diawal waktu. Ndilalah, teman sekelompok kami yang satu, lagi cuti. Alias nggak sholat. Bulanan, men. Setelah kami berdua izin dengan asisten, jadilah kami berdua yang sholat.
Deg! Dia imam, saya makmum..
Kan ada yang bilang tuh, "Kalo mau ketemu jodoh yang baik ya cari ditempat yang baik". Dan, mushola lab MIPA mungkin adalah salah satu tempatnya *maksa :p
Terus, Teteh juga pernah bilang gini di twitter, "Ketika di-imami sholat kamu mencintai suaranya, dia adalah hadiah Allah untuk duniamu..". Aduh, Bu'e.. Aku kudu piye? :|
Eh, udah siap mau mulai sholat, gebetannya Ranger Merah dateng, ikut sholat juga. Jadinya malah bertiga, nggak jadi berdua. Ealah, bro! (-_____-)
Dari situ semua bermula.
Kami mulai sedikit lebih sering berkomunikasi dengan bahasa kamu sendiri. Tanpa teman-teman yang lainnya tau. Membahas hal-hal yang menurut orang lain nggak penting, tapi bagi kami, itu penting.
Brandon yang jam sebelas malam lebih memilih mlungker-mlungker di atas panggung daripada tidur di kasur, suaranya Putri Ayu kenapa bisa setinggi itu, membahas kalimat "wo ai ni" dan ternyata, menurut dia, kalimat itu kurang romantis untuk digunakan dalam menyatakan cinta :| *ternnyata, dia jago berbahasa Mandarin, bro :o
Itu baru beberapa hal "penting" yang sering kita bahas.. Hingga akhirnya, saya memutuskan untuk "ya sudahlah" di tengah jalan..
*bilang aja nggak kesampean, din | iyo.. Sak karepmulah (--,)
Kisah *kisah??* hahaha.. Asem! Iya, apapun lah istilahnya. Kisah ini mampu saya pendam sendiri sampe beberapa taun. Bocah-bocah yang dekat sama saya aja nggak tau. Mereka baru tau pas taun ketiga. Dan pas si Ranger Merah udah berpindah ke hati yang lain gara-gara sama gebetan yang pertama gagal melulu (--!)
Telat! Expired, cah! Wis bubar! (--,)
Itu dulu.
Sampai pada suatu hari, di pertengahan April. Seorang teman saya bertanya, "Nek misale, si doi iki looking for you, and he is into you.. Koe piye, din?".
Kira-kira begitulah pertanyaannya. Pertanyaan yang sederhana tapi membuat mini heart attack bagi saya..
Baiklah, sampai saat itu pun, Ranger Merah memang masih belum berhasil "menemukan". Karna beberapa kali dia mencoba, si perempuan (yang lainnya) masih tidak mengiyakan. Dan sekarang, perempuan ini sudah memilih dengan yang lain, dan bukan dengan Ranger Merah :|
Dan kemarin malam, di tengah perjalanan saya pulang ke Solo, sebuah pesan masuk ke ponsel dan muncul nama Ranger Merah di display. Dengan isi pesan yang lagi-lagi, bagi sebagian orang itu nggak penting, tapi bagi saya itu penting :
Ini sih cerita jaman-jaman saya masih naksir doi..
Dulu, awal mulanya nggak ada apa-apa. Aman-aman saja. Saya tau kalau waktu itu, si Ranger Merah ini lagi naksir sama teman kami yang lain. Cuman, teman kami ini, masih "trauma" sama cerita cinta dia ketika SMA (denger-denger sih gitu)
Berbagai usaha udah Ranger Merah lakukan. Udah beberapa kali nembak, tapi masih ditolak.
Nah, sampai pada akhirnya, pada saat praktikum, saya "ketiban" satu kelompok sama Ranger Merah ini. Witing tresno jalaran saka telo -____-
Nggg..
Dimulai dengan praktikum yang awalnya lancar-lancar saja, dengan asisten yang alhamdulillah baik-baik juga.
Sampai akhirnya kami kedapatan asisten yang waktu itu memang dikenal "pemuja kesempurnaan" (baca: Mas Rifqi *sorry, mas), dan juga sedikit serem.
Mase galak, bro..
Saya, Ranger Merah, dan teman saya satu lagi udah mulai tegang. Dari ambil data aja kami udah nggak pede. Mas Asistennya ngawasin sampe segitunya. Saking groginya, nge-input data dan ngitung di kalkulator aja bisa sampe "Syntag error". Asem! Kebayang lah, wajahnya Mas Asisten kaya' gimana (-___-).
Waktu maghrib tiba, kami belum kelar praktikum dan masih terjebak di lab MIPA.. Sebagai umat muslim yang baik, tentu kami memutuskan untuk sholat diawal waktu. Ndilalah, teman sekelompok kami yang satu, lagi cuti. Alias nggak sholat. Bulanan, men. Setelah kami berdua izin dengan asisten, jadilah kami berdua yang sholat.
Deg! Dia imam, saya makmum..
Kan ada yang bilang tuh, "Kalo mau ketemu jodoh yang baik ya cari ditempat yang baik". Dan, mushola lab MIPA mungkin adalah salah satu tempatnya *maksa :p
Terus, Teteh juga pernah bilang gini di twitter, "Ketika di-imami sholat kamu mencintai suaranya, dia adalah hadiah Allah untuk duniamu..". Aduh, Bu'e.. Aku kudu piye? :|
Eh, udah siap mau mulai sholat, gebetannya Ranger Merah dateng, ikut sholat juga. Jadinya malah bertiga, nggak jadi berdua. Ealah, bro! (-_____-)
Dari situ semua bermula.
Kami mulai sedikit lebih sering berkomunikasi dengan bahasa kamu sendiri. Tanpa teman-teman yang lainnya tau. Membahas hal-hal yang menurut orang lain nggak penting, tapi bagi kami, itu penting.
Brandon yang jam sebelas malam lebih memilih mlungker-mlungker di atas panggung daripada tidur di kasur, suaranya Putri Ayu kenapa bisa setinggi itu, membahas kalimat "wo ai ni" dan ternyata, menurut dia, kalimat itu kurang romantis untuk digunakan dalam menyatakan cinta :| *ternnyata, dia jago berbahasa Mandarin, bro :o
Itu baru beberapa hal "penting" yang sering kita bahas.. Hingga akhirnya, saya memutuskan untuk "ya sudahlah" di tengah jalan..
*bilang aja nggak kesampean, din | iyo.. Sak karepmulah (--,)
Kisah *kisah??* hahaha.. Asem! Iya, apapun lah istilahnya. Kisah ini mampu saya pendam sendiri sampe beberapa taun. Bocah-bocah yang dekat sama saya aja nggak tau. Mereka baru tau pas taun ketiga. Dan pas si Ranger Merah udah berpindah ke hati yang lain gara-gara sama gebetan yang pertama gagal melulu (--!)
Telat! Expired, cah! Wis bubar! (--,)
Itu dulu.
Sampai pada suatu hari, di pertengahan April. Seorang teman saya bertanya, "Nek misale, si doi iki looking for you, and he is into you.. Koe piye, din?".
Kira-kira begitulah pertanyaannya. Pertanyaan yang sederhana tapi membuat mini heart attack bagi saya..
Baiklah, sampai saat itu pun, Ranger Merah memang masih belum berhasil "menemukan". Karna beberapa kali dia mencoba, si perempuan (yang lainnya) masih tidak mengiyakan. Dan sekarang, perempuan ini sudah memilih dengan yang lain, dan bukan dengan Ranger Merah :|
Dan kemarin malam, di tengah perjalanan saya pulang ke Solo, sebuah pesan masuk ke ponsel dan muncul nama Ranger Merah di display. Dengan isi pesan yang lagi-lagi, bagi sebagian orang itu nggak penting, tapi bagi saya itu penting :
Kaya'e offside wiy ini..
Jane ya mung gitu tok, tapi lumayan bikin jari tangan mendadak kaku dalam beberapa detik loh, haha.. Dan begitu saya bilang, kalau saya lagi di jalan, dan nggak bisa nonton pertandingan, dia membalas :
Udah 1-0. Tadi menit ke-2 Wallcot gol'in.
Jane ya mung gitu tok, tapi lumayan bikin jari tangan mendadak kaku dalam beberapa detik loh, haha.. Dan begitu saya bilang, kalau saya lagi di jalan, dan nggak bisa nonton pertandingan, dia membalas :
Udah 1-0. Tadi menit ke-2 Wallcot gol'in.
Passing terobosan dari Thomas Rosicky.
Sekarang baru menit ke-8
Dia masih ingat team favorit saya, ternyata, hahaha..
Matur nuwun, live reportnya :D
Matur nuwun, live reportnya :D
Komentar
aku oleh koment yaa..
biar blog mu rame..
-sekian-